Penyembahanmu, Gaya Hidupmu

Definisi penyembahan bagi saya adalah :

Bentuk ekspresi hati yang meluap dalam sebuah gaya hidup akan hubungan kita dengan Tuhan. Bukan hanya sekedar menyanyi atau memuji Tuhan dalam sebuah ibadah, tetapi lebih ke bagaimana kita menghidupi keselamatan yang sudah diberikan secara cuma-cuma. Melalui ini, kiranya sedikit kesaksian saya bisa memberkati kita semua.

“Bagaimana cara saya menyembah Tuhan?” “Sudah benarkah penyembahan saya kepada Tuhan?” Mungkin pertanyaan itu juga pernah muncul dalam diri kita.  Namun, coba saya ubah sedikit menjadi “Bagaimana saya membangun hubungan dengan Tuhan?”

Perjalanan saya bersama Tuhan bermula dari sebuah keterbatasan dalam mengandalkan diri saya. Di kala masalah datang bertubi-tubi, saya merasa bisa menyelesaikan semuanya tanpa bantuan orang lain, terlebih Tuhan. Hal ini membuat saya semakin tidak bergantung kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi, saya selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri. Seiring berjalannya waktu, masalah pun semakin kompleks. Hingga di suatu titik dimana saya merasa sudah tak mampu lagi. Saya hanya bisa terdiam, termenung tak berdaya. Seakan ingin menyalahkan diri sendiri, tetapi itu sia-sia, tak menyelesaikan apa-apa. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba muncul sebuah perasaan bersalah yang membuat saya merendahkan hati saya kepada Tuhan. Merendahkan ego saya. Di saat itu, saya hanya bisa meminta ampun sama Tuhan. Begitu besarnya kasih Tuhan, lebih besar dari kesalahan saya, seketika juga saya merasakan perasaan yang begitu damai, belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Saya menyebut itu adalah perjumpaan pribadi saya dengan Tuhan. Saya menjadi semakin penasaran mengenal Tuhan. Akhirnya saya dibaptis, kemudian mulai ikut kelas pemuridan, kelas pelayanan, dan bahkan hampir semua kegiatan gereja saya ikuti. Waktu semakin berlalu, semakin sibuk dengan kegiatan gereja, namun hal itu tidak menjamin saya memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Seakan saya melakukan semua itu sebagai “persembahan” kepada Tuhan, tetapi sejatinya saya tidak mengenal Tuhan.

img_7478-e1522654001619.jpg

Pernah suatu kali saya datang ke ibadah dan pulang dengan rasa hampa, seakan tidak ada perubahan yang terjadi. Walau suasana pujian dan penyembahan begitu luar biasa, khotbah yang berapi-api, tetap saja merasa hampa. Ternyata, saya tidak benar-benar mengenal Tuhan yang saya sembah. Hal ini menyadarkan saya setelah begitu lama melayani Tuhan kalau saya harus memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Awal mulanya tidak semudah kelihatannya, harus berjuang melawan keinginan daging seperti rasa malas, kesibukan duniawi, dll. Jatuh bangun dalam dosa pun pernah saya lalui, tetapi Tuhan selalu mengajak saya untuk kembali padaNya. Bangun di pagi hari meluangkan waktu untuk Tuhan, terkadang di malam hari. Membaca firmanNya, merenungkan, terkadang saya hanya memainkan gitar sambil menyembah Tuhan. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi bagaimana saya menjalani kehidupan saya. Yang sebelumnya mengandalkan diri sendiri, sekarang mengandalkan Tuhan. Setiap keputusan yang diambil pun, Tuhan ikut campur.

img_7309.jpg

Pernah suatu saat saya sedang sakit dan kebetulan ada jam doa malam. Secara daging, tubuh menolak untuk pergi ke doa malam, namun ada perasaan tidak tenang. Hingga akhirnya saya memaksakan diri untuk datang. Dengan kondisi lemah tubuh, saya berdoa dan menyembah Tuhan. Tak peduli betapa lemahnya kondisi tubuh saya. Tak disangka begitu pulang doa malam, saya jadi sembuh!

“Ada kuasa kesembuhan dalam penyembahan.”

Di tengah ibadah, saya datang seperti biasanya, namun masalah datang dengan tidak biasanya. Saya hanya berserah kepada Tuhan dan menyembah Tuhan. Di tengah suasana menyembah, entah kenapa air mata jatuh begitu saja dan suasana hati yang semula penuh dengan khawatir, takut, berubah seketika menjadi damai sejahtera. Saya tahu kalau Tuhan mendamaikan hati saya sebelum saya berperang melawan masalah saya bersama Tuhan.

“Ada kuasa terobosan dalam penyembahan.”

Tak tahu seberapa dekat hubungan saya dengan Tuhan, namun yang pasti saya harus selalu membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Hal ini juga berdampak dalam gaya hidup saya. Tuhan itu sederhana, tidak berlebihan. Itu yang selalu membuat saya bersyukur akan hidup saya walau mungkin hanya sederhana.

Ada ayat firman Tuhan yang selalu menguatkan saya,

Roma 12:12

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Penyembahan juga identik dengan pengorbanan disaat kita tidak ingin melakukan, tetapi kita memilih untuk melakukan.

Memilih untuk bersukacita dalam pengharapan, memilih untuk bersabar walau dalam kesesakan, dan memilih untuk bertekun dalam doa.

 

Penulis : Lorddy (CG NTUST)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: