Penyembahan yang Membawa Korban

Sewaktu Tuhan menyatakan janji-Nya kepada Abram bahwa Tuhan yang membawa Abram keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan sebuah negeri kepadanya, kemudian Abram bertanya kepada Tuhan, “dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?” (Kej 15:8). Kemudian Tuhan menyuruh Abram menyediakan korban persembahan untuk Tuhan, dan Tuhan menyatakan diri melalui perapian yang berasap beserta suluh yang berapi (Kej 15:17). Tuhan menegaskan sekali lagi janji-Nya bahwa Tuhan akan menjadikan keturunan Abram sebanyak bintang di langit dan pasir di lautan.

Taat Sepenuhnya

Setelah sekian lama Abraham menantikan janji Tuhan, akhirnya digenapilah janji keturunan melalui Ishak. Namun anehnya, suatu hari Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak. Abraham pun taat akan perintah Tuhan dan siap mempersembahkan Ishak untuk Tuhan. Sewaktu Abraham hendak mempersembahkan Ishak, hadirat Tuhan sekali lagi dinyatakan kepada Abraham dan Tuhan menyediakan sebuah korban persembahan baru ganti Ishak. Tuhan bukan hanya saja menyatakan hadirat-Nya, namun Tuhan juga sekali menyatakan janji-Nya kepada Abraham bahwa keturunan Abraham akan sebanyak bintang di langit dan pasir di lautan.

Mempersembahkan Korban dengan Iman

Dua peristiwa di atas memiliki latar belakang yang sangat menarik. Sewaktu kedagingan Abraham melebihi imannya kepada Tuhan, Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan korban persembahan. Sewaktu Abraham taat, Tuhan menyatakan hadirat-Nya dan ada janji Tuhan yang baru dinyatakan saat itu juga. Namun ada 1 hal lagi yang harus kita ingat, kita harus mempersembahkan sebuah korban dengan iman.

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.”(Ibr 11:4).

Di sini saya mengambil satu kesimpulan, setiap saat kita harus membawa segenap hidup kita didasarkan atas iman bahwa Tuhan yang berotoritas penuh atas hidup kita sebagai sebuah korban di hadapan Tuhan, hadirat Tuhan dinyatakan karena Tuhan berkenan akan persembahan kita, dan janji Tuhan akan dinyatakan bagi kita.

Maka itu mengapa di Perjanjian Lama Tuhan mengajarkan umat-Nya membawa korban persembahan untuk datang menyembah Tuhan? Penyembahan bisa dibilang adalah hubungan yang sangat intim antara kita dengan Tuhan, karena Tuhan mau kita datang ke hadirat-Nya dengan tidak lagi berfokus pada diri sendiri.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”(Rm 12:1-2)

Writer : Hendry Sugandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: