Kesetiaan yang Manis

 

Dari tahun ke tahun selalu diberkati dengan tema tahunan yang dimiliki IMBOLC. Sampai tiba memulai tahun 2018 ini, sangat spesial dimana tahun ini berbicara tentang kesetiaan “Faithfulness”. Buat aku sendiri, kesetiaan pada dasarnya adalah suatu komitmen yang yang harus dipertahankan dan itu yang dikehendaki Tuhan untuk kita lakukan. Pada kenyataannya kita sebagai manusia, kadang kita sangat susah untuk menjadi orang yang setia. Terhadap hal-hal kecil pun kita tidak setia, seperti baca Firman Tuhan setiap hari bahkan saat teduh. Tetapi hal ini sangat bertolak belakang dengan kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah buat kita, meskipun kita sering mendukakan Dia.

Tahun 2015 adalah tahun permulaan yang baru buat aku secara pribadi. Karena di tahun ini aku mulai memasuki dunia marketplace, dimana benar-benar keluar dari zona nyaman setelah 2 tahun melanjutkan studi untuk master. Banyak hal yang aku alami, dimana secara mental benar-benar ditekan habis-habisan. Di pertengahan tahun 2015 aku mendapatkan pekerjaan pertamaku sebagai seorang perwakilan internasional. Dan selama 3 bulan aku bekerja, banyak hal tidak menyenangkan yang aku alami, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari pekerjaan ini. Setelah aku keluar dari pekerjaan pertamaku, benar-benar aku merasakan yang namanya berada di titik terendah di dalam kehidupanku karena setelah keluar dari kantor ini perjuanganku untuk mencari pekerjaan menjadi sangat susah.

Setelah aku keluar dari pekerjaan pertama, aku diberi waktu 6 bulan untuk mencari pekerjaan baru. Aku benar-benar  memaksimalkan waktu yang ada, puluhan perusahaan aku datangi untuk interview, tetapi hasilnya nihil. Di situ iman aku mulai down, aku mulai menjadi orang yang mudah diserang pikiran-pikiran negatif. Dan di waktu yang bersamaan aku juga diminta untuk membantu melayani sebagai ketua event di gereja. Awalnya aku sempat ragu karena dengan kondisiku saat itu yang masih mencari pekerjaan. Tetapi aku teringat akan kebenaran Firman Tuhan, Mazmur 37:5 (TB)  Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;. Firman ini mengajarkan, ketika kita menyerahkan segala permasalahan, pergumulan dan permohonan kita ke Tuhan, maka kita mengijinkan Tuhan bekerja dan ambil alih. Pada akhirnya pelayanan itu aku terima, di tengah ketidakpastian dalam mencari pekerjaan. Sampai setelah Natal berakhir pun aku masih belum melihat ada titik terang.

Sampai tiba di 2 minggu terakhir menjelang ijin tinggal habis, tiba-tiba ada satu perusahaan mengundang untuk wawancara, aku pun berangkat ke kantor tersebut. Wawancara pun tidak berlangsung lama, dan hal yang ajaib benar-benar terjadi. Perusahaan itu tidak berpikir panjang untuk merekrut aku di hari itu juga sebagai perwakilan internasional untuk wilayah Indonesia. Tuhan menunjukkan kesetiaan-Nya lewat hal ini, Dia tidak meninggalkan aku dengan memberikan lebih dari apa yang kupikirkan. Dari hal ini aku belajar satu hal, ketika kita setia dalam melayani Tuhan, Tuhan selalu setia memperhatikan kehidupan kita. Di perusahaan kedua ini aku sungguh-sungguh bisa enjoy dan banyak belajar hal baru. Tetapi permasalahan baru pun muncul, manager memberitahu jika kontrak kerja aku tidak dapat dilanjutkan, karena semua proyek ke Indonesia tiba-tiba dibatalkan. Dan pada waktu itu, menjadi beban tersendiri buat aku yang saat itu menjabat juga sebagai ketua Natal. Tetapi di sini aku mulai bisa meresponi dengan benar, hal yang aku ingat hanya kesetiaan yang sudah Tuhan berikan. Setelah mendengar jika kontrak tidak diperpanjang, aku langsung bawa doa saat itu juga dengan meminta, “Tuhan, aku percaya sebelum tahun ini berlalu aku pasti sudah dapat pekerjaan yang baru, Tuhan menyediakan yang terbaik. Aku bawa semua kekuatiranku ke dalam tangan-Mu”. Saat itu juga aku benar-benar tenang dan berusaha lakukan yang terbaik untuk persiapan Natal.

Tuhan tunjukan kesetiaan-Nya sekali lagi tidak berselang lama hanya dalam waktu 1-2 minggu Tuhan jawab doaku, tiba-tiba ada sebuah perusahaan mengundang interview kerja. Tanpa pikir panjang aku langsung berangkat untuk interview. Di sini pula hal di luar dugaan pun terjadi, di hari aku interview Tuhan bukakan jalan,  di saat itu juga perusahaan ini langsung merekrut aku. Benar-benar sukacita luar biasa yang Tuhan beri ketika mendengar hal itu. Aku percaya Tuhan itu setia, Dia tidak akan meninggalkan kita di waktu kita menghadapi permasalahan. Kesetiaan Tuhan tidak dapat kita ukur, sebaliknya kita sebagai manusia yang harus benar-benar menjaga komitmen setia kita kepada Tuhan. Di balik setiap kesetiaan yang kita lakukan, Tuhan sudah menyediakan mahkota dan banyak hal yang indah.

Yuk di awal tahun ini kita latih diri kita belajar setia dimulai dari hal yang kecil, aku percaya pada akhirnya kesetiaan kita akan berbuah manis. Karena Tuhan perhitungkan setiap bentuk kesetiaan kita, bahkan hal terkecil pun Tuhan perhitungkan.

Tuhan memberkati.

Penulis : Yohan Agustinus

Tuhan Yesus mengasihi Anda 🙂 Dia tidak pernah meninggalkan Anda sendiri! Apabila Anda butuh layanan doa / konsultasi, silahkan tinggalkan pesan pada kolom comment di bawah ini atau hubungi kami di 02-2362-3022 #8232~ Tuhan Yesus memberkati!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: