Setia Menantikan Janji Tuhan

Ketika tahu tema bulan Desember 2017 ini adalah “I WILL TESTIFY”, aku berkata kepada diriku sendiri “Aku juga pingin bersaksi..tapi dalam hal apa ya? Rasanya membaca dan mendengar kesaksian teman-teman kok keren-keren yah. Kayaknya punya aku biasa aja deh ngga sehebat mereka, ya udah nanti aja dipikir lagi deh.” Akhirnya aku menyimpan kesaksianku hanya kepada teman-teman dekat atau teman CG saja. Sering juga hal yang berkaitan dengan keluarga, aku cenderung tidak berani bersaksi karena aku pikir tidak seharusnya masalah keluarga dibicarakan keluar. Tapi kalau tidak bersaksi aku merasa seperti tidak tahu berterimakasih atas pertolongan Tuhan dalam keluarga aku.img_0054

Firman Tuhan dalam 2 Korintus 12:9 yang berkata “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna’. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” telah mengingatkan aku untuk berani bersaksi! Bersyukur dapat kesempatan bisa kesaksian di blog ketjech ini..hehehe.

Tahun 2017 adalah tahun SETIA buat aku. Saat itu aku berpikir harus lebih setia kepada Tuhan dalam segala hal. Namun di bulan Desember ini aku baru memahami bahwa tahun ini adalah tahun setia dalam menantikan janji dan pekerjaan Tuhan untuk digenapi. Singkat cerita, tahun 2015 rumahku mulai direnovasi dan setelah 6 bulan berjalan prosesnya sudah selesai 70%. Tiba-tiba mandor yang menggarap rumah berhenti bekerja dan renovasi terhenti sementara. Ketika masuk musim hujan, ternyata baru ketahuan pemasangan genteng tidak rapi sehingga menyebabkan kebocoran sampai plafon di ruang tengah ambruk seluruhnya. Renovasi terhenti selama 1.5 tahun karena kami sulit menghubungi arsitek rumahku dan dana yang disediakan sudah terpakai habis. Akhir 2016 aku minta ijin orang tua untuk mencari arsitek lain sambil berusaha mengumpulkan dana agar dapat membantu menyelesaikan renovasi di tahun 2017 ini. Aku sempat stress berat karena memikirkan dan mengusahakan dengan kekuatan aku sendiri sampai aku mudah jatuh sakit, mulai dari sakit kepala, sakit maag, dan lainnya terus bergantian. Aku tidak ingat kapan persisnya, aku mendapatkan rhema Firman Tuhan di Roma 12:3 yang berkata : Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” Aku jg share dengan beberapa teman, disitu aku akhirnya berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Aku menghubungi arsiteknya dan berkata dengan jujur “ aku hanya punya dana segini, kira-kira bisa untuk renov apa aja ya?” Bersyukur sekali arsitek ini baik sekali dan membantu sebisanya. Bulan Juli 2017, renovasi kembali dimulai hanya untuk bongkar dan pasang ulang genteng dan plafon. Saat itu aku tetap bersyukur dan berkata “Bila Tuhan yang memulainya pasti Tuhan menyelesaikannya pada waktuNya.”img_0055

Bulan November 2017 tema bulanan IMBOLC adalah Miracle in Thanksgiving, aku mengucap syukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidupku. Aku berusaha mensyukuri apa yang masih aku miliki ketimbang apa yang belum. Aku juga belajar bersyukur dengan setiap hal yang terjadi, baik ataupun tidak baik, aku percaya Tuhan sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam hidupku. Tgl 7 Desember malam, mamaku menelepon dan bercerita bahwa ada seorang teman baik papaku yang tiba-tiba menanyakan tentang renovasi rumah dan dia berkata mau menyelesaikan renovasi rumahku. Mamaku berkata kepadaku “Mama ingat waktu awal tahun kamu bilang tahun ini Tuhan akan menyelesaikannya untuk kita. Tapi ini udah bulan Desember, mama berpikir udah tidak mungkin terjadi. Ternyata Tuhan bener-bener menepatinya” Tgl 8 Desember renovasi kembali berjalan dan aku hanya dapat berkata Tuhan kita luar biasa!

So buat teman-teman yang punya pergumulan masing-masing dalam hal apapun juga, tetap setia menantikan janji Tuhan digenapi dan selalu mengucap syukur. Dia Allah yang setia dan tidak ada yang mustahil bagi Allah kita. Jangan pelit juga untuk menceritakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita ya.

God Bless!

 

Penulis : Lily

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: