Mengucap syukur dalam segala hal

I Tesalonika 5:16-18 “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Firman Tuhan diatas mengajarkan kita untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, sebab itu merupakan kehendak Allah bagi setiap kita. ‘Dalam segala hal ‘ berarti mencakup di saat suka maupun duka. Saat keadaan baik-baik saja kita wajib mengucap syukur kepada Tuhan. Bahkan dikala keadaan kita tidak baik pun, disaat kita berada dalam permasalahan, atau saat kita sedang menanti jawaban doa yang tak kunjung datang. Ucapan syukur tidak boleh berhenti keluar dari dalam hati kita.


Memang tidaklah mudah saat keadaan kita tidak baik, kita harus mengucap syukur. Manusia cenderung untuk lebih mudah mengeluh daripada mengucap syukur saat keadaan kita tidak baik. Tapi tahukah saudara bahwa ada berkat Tuhan dibalik setiap ucapan syukur?

Dalam buku “The Hiding Place”, Corrie Ten Boom, seorang yahudi yang merupakan korban Nazi, menceritakan kisah hidupnya yang luar biasa tentang pentingnya mengucap syukur. Corrie dan kakaknya Betsie ditahan di kamp konsentrasi Nazi yang dikenal sebagai Ravensbruck, dimana mereka harus tinggal di barak penuh kutu.

Suatu hari Betsie berkata kepada Corrie, bahwa mereka harus bersyukur dalam segala hal, termasuk atas kutu. Corrie pikir Betsie sudah terlalu jauh, dia tidak bisa membayangkan untuk berterima kasih kepada Tuhan atas kutu.

Tetapi tidak lama setelah itu, Corrie dan Betsie menemukan kesempatan untuk menemui perempuan lain di barak mereka dan menyampaikan pesan injil serta mengadakan pemahaman alkitab disana. Mereka menemukan bahwa karena kutu, para penjaga enggan pergi ke barak mereka, dan oleh karenanya para perempuan itu bisa mengadakan pemahaman alkitab di dalam penjara.

Mengucap syukur itu merupakan budaya kerajaan Surga. Saat keadaan tidak mendukung kita untuk mengucap syukur, kita harus ingat bahwa dalam segala hal, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28). Seperti Bapa yang sayang anakNya, Tuhan rindu setiap proses dalam hidup kita mengerjakan kebaikan dalam hidup kita dan mendewasakan setiap kita.

Sudahkah engkau mengucap syukur hari ini? Hari yang cerah diluar dapat terlihat gelap apabila kita menggunakan kacamata hitam. Kacamata apakah yang engkau pakai hari-hari ini? Apakah kacamata kekuatiran atau kacamata bersungut-sungut sehingga seolah keadaan semakin terlihat buruk? Mari tanggalkan setiap kekuatiran dan mari kita pakai kacamata iman dan ucapan syukur.

————————————————————————————————————————————————–

Tuhan Yesus mengasihi Anda 🙂 Dia tidak pernah meninggalkan Anda sendiri! Apabila Anda butuh layanan doa / konsultasi, silahkan tinggalkan pesan pada kolom comment di bawah ini atau hubungi kami di 02-2362-3022 #8232~ Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: