For He is good and faithful

Shalom semuanya, bersyukur atas kesempatan yang diberi tim Redaksi buat saya untuk menulis kesaksian ini. Saya sepuluh bersaudara, ada 6 kakak laki-laki dan 3 kakak perempuan, saya sendiri adalah anak bungsu dikeluarga saya. Orang tua saya seorang pendagang, walaupun waktu mereka sangat terbatas tapi penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya, mereka merupakan teladan yang baik bagi kami untuk saling mengasihi. Mereka adalah penganut agama budha, karena dari kecil saya sering sakit, kata mama harus diberikan ke tante saya yang bekerja di kuil. Walaupun begitu saya tetap bersyukur ada cece yg kedua dari kecil sudah mengenal Yesus, dengan setia berdoa buat keluarga kita, akhirnya keluarga besar kita satu per satu percaya Yesus, sekarang tinggal kakak kelima saya yang belum dibaptis. Saya sungguh melihat janji Tuhan digenapi dalam keluarga besar kami, (Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” -Kis 16:31)

S__6726261.jpgSingkat cerita orang tua saya yang tadinya menyembah allah lain juga menerima Tuhan Yesus dan dibaptis. Tahun 2000 bulan Mei waktu mama sakit parah, saya punya kesempatan pulang ke Indonesia untuk melihat mama dan melihat bagaimana kakak-kakak saya selalu bilang sama mama, “tidak usah takut karena Tuhan Yesus selalu menemani mama”. Dan juga bilang sama mama, “semua hal boleh mama lupakan tapi hanya Tuhan Yesus yang tidak boleh mama lupakan”. Melihat hal ini, hati saya tersentuh dan mengambil keputusan untuk mengenal Tuhan Yesus, akhirnya salah satu kakak laki-laki saya membawa saya ke salah satu gereja di kalimantan dan dibaptis, sungguh saya bersyukur bisa mengenal seorang Pribadi yang begitu luar biasa. Setelah mengenal Tuhan Yesus, saya juga merasakan ada satu kekuatan dan pengharapan yang baru untuk menjalani kehidupan ini.

Sesungguhnya saya bisa tinggal di Taiwan juga karena kasih karunia Tuhan Yesus. Bersyukur ada kakak perempuan pertama saya dan suaminya di Taiwan yang begitu mengasihi saya. Tahun 1987 saya datang ke Taiwan, awalnya hanya ikut tour 21 hari, tetapi selesai tour, kakak ipar saya mendaftarkan saya di satu sekolah di Taiwan, dan proses pengurusannya semua lancar, jadi saya bisa masuk sekolah SMA di Ban Qiao 華僑高中 (sebelum masuk ke Qiao Zhong sempat ke 國語日報 les mandarin dahulu karena dari kecil tidak pernah belajar mandarin). Setelah lulus SMA saya menikah dan melahirkan 3 orang putri (2 dari mereka diasuh oleh ayahnya dan putri yang bungsu dibawah asuhan saya), walaupun pernikahan saya hanya bertahan 9 tahun tapi bersyukur saya mengenal Tuhan Yesus yang tidak pernah meninggalkan saya. Dan sangat berterima kasih buat kakak pertama saya yang bisa membantu menjaga putri bungsu dan saya bisa bekerja. Saya juga bersyukur kepada Tuhan masih tetap bisa berhubungan dengan kedua putriku lain dan melihat penyertaan Tuhan dalam hidupku, anakku yang pertama berumur 25 tahun (15 juli 2017) baru saja menikah, anakku yang kedua kuliah semester terakhir dan juga bekerja sambil kuliah, yang paling bungsu setelah lulus SMA, pergi menjalankan wajib militer. Satu doa buat anak-anakku, agar mereka boleh berada dalam perlindungan Tuhan dan percaya Tuhan Yesus sebagai Juru selamatNya.

Perjalanan pelayanan saya di gereja lagi-lagi tidak luput dari penyertaan dan kasih karunia Tuhan. Berawal dari seorang jemaat biasa Tuhan membimbing saya lewat orang-orang di sekitar saya untuk mengenal dan melayani Dia lebih lagi, dari gembala IMBOLC yang terdahulu (Laoshi Dorce) sampai gembala yang sekarang ini (Ps. Mei En) serta gembala area di CG keluarga (Azhong dan Molis). Saat ini saya menjadi fulltimer di gereja sebagai sekretaris karena saya melihat betapa baiknya Tuhan dalam hidup saya

Saya bersyukur memiliki keluarga besar yang penuh kasih, walaupun orang tua saya sudah tiada tetapi saya tetap melihat kasih Tuhan yang terus mengalir dalam keluarga besar kami, terlebih lagi ketika kakak laki-laki saya menerima Tuhan Yesus, saya melihat kasih Yesus ada pada dia. Setiap kali ada keponakan yang menikah, dia akan membelikan tiket untuk pulang ke Indonesia. Tahun 2015, saya juga punya kesempatan bersama keluarga besar ke Yerusalem, ini merupakan 1 hal yang tidak akan pernah kami lupakan. Selama 12 hari disana melihat kemuliaan Tuhan yang menakjubkan dan terlebih lagi bersyukur atas perlindungan Tuhan buat kami semua tetap sehat dan tidak kekurangan satu apapun juga sampai kami kembali ke Jakarta.

S__6726263S__6758407

Kerinduan saya terbesar setelah mengenal Tuhan Yesus adalah bisa melayani dan memperhatikan para pengantin imigran dan sobat BMI yang datang ke Taiwan agar mereka juga bisa mengenal kasih Tuhan Yesus dalam kehidupan mereka. ( Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: