Merdeka Sejati!

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

beginilah isi dari Naskah Proklamasi Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno. Ini adalah pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia atas penjajahan pemerintahan Jepang pada waktu itu. Sebuah kemerdekaan dalam sistem pemerintahan akhirnya diperoleh Indonesia setelah mengalami penjajahan sejak tahun 1521. Kemerdekaan ini diperoleh melalui begitu banyak perjuangan para pejuang untuk merebut Indonesia dari bangsa lain.


Setelah dibacakannya naskah Proklamasi Indonesia oleh Ir. Soekarno, masih begitu banyak pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk merampungkan susunan kabinet pemerintahan Indonesia. Hingga saat ini, kita sepertinya melihat kemerdekaan Indonesia sungguh-sungguh telah terwujud melalui betapa rapih dan sistematisnya susunan kabinet pemerintahan Indonesia. Namun apakah rakyat Indonesia sudah benar-benar mengalami sebuah kemerdekaan? Jika kita lihat di luar sana, masih begitu banyak rakyat Indonesia yang terikat kemiskinan, bergelut di dalam kebodohan, dan diperas secara halus oleh otoritas pemerintah. Sebenarnya secara tidak langsung, bangsa Indonesia masih berada di dalam sebuah “penjajahan yang tak terlihat”. Sebuah penjajahan yang bukan dilakukan oleh bangsa lain, melainkan oleh bangsa sendiri, ini adalah fakta yang sedang terjadi saat ini di Indonesia. Oleh karena itu, usaha memerdekakan bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan, dan penguasa-penguasa lain masih belum selesai.


Firman Tuhan mengajarkan dalam Gal 5:1—“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”. Kemerdekaan di dalam Kristus adalah sebuah kemerdekaan yang seharusnya kita perjuangkan bagi bangsa dan negara. Sebuah kemerdekaan yang melepaskan kita dari roh perbudakan, melepaskan kita dari rasa takut (Roma 8:14-16 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”) Masih begitu banyak rakyat Indonesia yang takut berdiri dan mempertahankan kebenaran. Semua bermula dari sebuah ketakutan untuk mempertahankan kebenaran hingga berlarut ke dalam sebuah “lingkaran setan”, dimana orang-orang sudah mulai sulit untuk menolak dan keluar dari godaan yang ditawarkan oleh kejahatan. Ini adalah strategi para penguasa di udara, menjebak rakyat Indonesia di dalam sebuah ketakutan yang kemudian berakhir dengan sebuah “kuk perhambaan”.


Kita sebagai orang-orang percaya, orang-orang yang telah menerima kemerdekaan yang sejati di dalam Kristus, bukan hanya saja harus memperjuangkan sebuah kebebasan dari korupsi ataupun ketidak-adilan di dalam negara Indonesia, namun kita juga harus mendoakan agar bangsa Indonesia pun dapat mengalami dan menerima kemerdekaan di dalam Kristus. Sebuah kemerdekaan yang dapat membebaskan bangsa Indonesia dari “kuk perhambaan” dan “ketakutan”.

Merdeka! Merdeka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: