Papa yang tidak sempurna

Shalom semua! Di bulan agustus ini kita sama sama merayakan Father’s Day (Taiwan merayakan pada tanggal 8 Agustus, kalau dibaca jadi 爸爸 = papa), saya akan menceritakan bagaimana Tuhan bekerja memulihkan hubungan saya dan papa. Orang tua kami diberkati Tuhan dengan banyak keturunan, saya mempunyai 3 orang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan dan saya. Seiring dengan banyaknya perut-perut yang harus diisi ini, tuntutan ekonomi keluarga kami pun semakin membesar.

Perekonomian keluarga kami berjalan lancar-lancar saja sampai terjadi krisis ekonomi tahun 1998, papa kehilangan pekerjaan dan harga barang melambung dimana-mana. Tanpa penghasilan sepeserpun keluarga kami bertahan dengan tabungan dan sisa harta yang kami miliki, papa yang saat itu sangat depresi dan frustasi akan nasib keluarganya, menerima tawaran untuk bekerja di Amerika sana dengan iming-iming mendapatkan gaji yang besar. Tanpa pikir panjang papa langsung mengiyakan saja tawaran itu. Papa pergi hanya dengan bermodalkan tekad dan harapan supaya keluarganya tidak kesusahan lagi, bahkan dia sedikitpun tidak bisa bahasa inggris. Salut untuk setiap papa yang sudah membanting tulang untuk keluarganya!

Singkat cerita saya besar tanpa sosok papa di dalam rumah kami, saya mengenal papa hanya dari suara telfon dan album foto keluarga saja. Walaupun papa sangat membosankan ketika ditelepon, tetapi saya sangat senang ketika papa menelepon kami sekeluarga, setidaknya saya masih bisa tau kalau dia peduli dan masih sehat-sehat saja. Saya selalu menanti-nantikan waktu ketika papa bilang kalau dia akan pulang ke Indonesia, saya menunggu dan menunggu, sampai pada satu telepon papa bilang kalau dia kangen sama kita dan dia mau pulang, perasaan kaget, tidak percaya, senang, terharu semuanya diaduk jadi satu pada waktu itu. saya tidak bisa melupakan sukacita yang saya rasakan ketika menatap mata papa!

Kesehatan papa tidak mendukung untuk tinggal dengan situasi udara di Jakarta yang banyak polusi, papa memutuskan kami sekeluarga untuk pindah dan tinggal di Bali. Saya kaget dengan papa yang sebenarnya, wataknya, sifatnya, cara berbicaranya, semuanya! Saya kecewa dengan papa yang sebenarnya dan pada saat itu saya masih anak kecil yang masih belum dewasa, suka marah-marah dan emosinya ga stabil kalau orang sekarang bilangnya “labil”.

Tidak terhitung sudah berapa kali saya bikin papa kesal dan marah, berapa banyak airmata yang sudah keluar dari mata papa menangis karena saya tetapi sekesal-kesalnya papa terhadap saya tetapi dia tidak pernah main tangan dan dia sangat sangat sabar sekali, memang hati seorang bapa selalu peduli dan tidak pernah nyerah untuk menunjukkan cintanya kepada anaknya. Sampai satu kejadian di mana papa telat untuk menjemput saya pulang dari sekolah dan saya sangat kesal kenapa papa lama sekali, pada saat itu kami menatap mata satu sama lain dan seolah-olah kita berbicara tapi tanpa bersuara, kami menangis pada saat itu,

Tuhan juga mengingatkan dalam hati saya bukannya selama ini kamu sangat menantikan papamu, dan sekarang dia ada di sampingmu jadi tunggu apa lagi, saya meminta maaf kepada papa buat setiap kenakalan yang udah saya buat ke papa dan dengan kasihnya yang besar dia memaafkan saya dengan lapang dada. Sejak kejadian itu saya mulai bisa menerima papa sebagaimana adanya papa, hal-hal yang saya benci dari papa sebelumnya, saya mulai melihatnya sebagai bahasa kasih papa, seperti teriak panggil makan dan sebagainya.

Pesan saya buat jemaat semua , Kasihilah papa kita sebagaimana adanya dia, dan bersyukurlah atas kehadirannya di hidup kita, dia yang sudah berjuang buat hidup kita, membentuk kita menjadi pribadi kita sekarang ini. Maafkan papa jika dia tidak sempurna dan tidak bisa jadi papa yang kita ingini, karena kitapun tidak tahu kapan papa pulang ke surga nanti, jadi selalu bersyukur dan hargai kebaikan Tuhan ketika kita masih bisa bertemu dengan papa! Tuhan memberkati!

By : Vincent Aurelio

 

Tuhan Yesus mengasihi Anda 🙂 Dia tidak pernah meninggalkan Anda sendiri! Apabila Anda butuh layanan doa / konsultasi, silahkan tinggalkan pesan pada kolom comment di bawah ini atau hubungi kami di 02-2362-3022 #8232~ Tuhan Yesus memberkati!

 

  1. Luar biasa 👍. Itulah kasih seorang papa akan berkorban apapun utk kel ❤️

    Liked by 1 person

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: