Self-Image

Untitled-2

Manusia digambarkan sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, yang dikatakan dalam Firman-Nya, diciptakan sesuai dengan rupa dan gambar Tuhan sendiri. Akan tetapi tidak sedikit dari anak Tuhan yang masih memiliki rasa minder atau tidak pede ketika mereka melihat ‘standar’ yang ditetapkan oleh dunia. Pernahkah kalian berkaca dan melihat kepada diri kalian sendiri dan berkata “Ah, andai saja aku lebih putih…” atau “Coba aku lebih tinggi..lebih kurus..lebih mancung, dsb”. Banyak dari kita lebih peduli dengan penampilan luar kita saja, memperdulikan atau menjaga penampilan kita tidaklah salah, tetapi kita sering mengabaikan penampilan dalam kita, kenapa? Karena sering kali yang tidak terlihat oleh manusia dianggap tidak penting oleh manusia sendiri.

 

Salah satu hamba Tuhan pernah berkata, “coba saya bisa pre-order sebelum saya dilahirkan dulu, saya mau minta kulit yang putih, dll”. Saya sendiri percaya bahwa penampilan luar itu sangat penting bagi setiap orang, oleh karena itu banyak sekali orang yang mencoba mengubah gambar diri mereka dengan banyak cara dari mulai berdiet, belajar make-up sampai yang paling ekstrim operasi plastik. Untuk apa? Yah, untuk menjadi semakin “serupa” dengan standar yang dunia tetapkan.

 

Nah, bulan ini kita akan belajar More like Jesus diambil dari :

Efesus 4:14-16

sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”

 

Tidak jarang orang Kristen dijadikan patokan dalam menilai segala sesuatu, banyak orang menilai hidup kita dari kelakuan kita sehari-hari. Bahkan agama diseret-seret dan dijadikan alat ukur kehidupan kita. Bagaimana kita bisa melihat apakah “penampilan dalam” kita sudah beres atau belum? Seperti kita butuh cermin untuk melihat apakah ada kotoran di wajah kita, kita butuh panduan yang benar, “cermin” untuk kita memeriksa apakah keadaan kita sudah sesuai dengan “standar” yang Tuhan tetapkan. Tuhan Yesus adalah contoh atau “cermin” yang paling sempurna untuk kita melihat apakah ada dari hidup kita yang perlu kita ubah atau perbaiki.

 

Firman Tuhan adalah “cermin” yang Tuhan berikan bagi kita sehingga kita tidak hilang arah dan semakin terseret oleh standar dunia. Kenali Tuhan dan lihat bagaimana Dia yang akan mengubah apa yang tidak baik menjadi yang berkenan dan sempurna bagi-Nya. Proses perubahan pola hidup kita mungkin tidak mudah, tetapi ketika kita tahu hasil yang akan kita terima dan terus mengarahkan fokus kita kepada hasil yang lebih baik, maka yakinlah tidak ada yang sia-sia. Dari hidup kita-lah orang di sekeliling kita melihat kebaikan Tuhan dan siapakah Tuhan yang kita sembah, ketika Tuhan menciptakan kita sesuai dengan rupa dan gambaranNya disaat itulah kita diciptakan sebagai “cerminan”Nya. Mari kita bersama-sama berjuang dan berusaha untuk menjadi semakin serupa denganNya.

 

Penulis: Veny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: