Lebih Baik Memberi Daripada Menerima

Tanggal 17 dan 18 Juni lalu, tepatnya hari Sabtu dan Minggu, kami berlima (Ps. Meien, Bu Meliana, Widia Teja, Vincent dan Oscar selaku koordinator) berangkat untuk tim misi ke 宜蘭 (YiLan), tepatnya di 蘇澳 (Su-Ao), mengunjungi gereja 蘇澳芥菜種靈糧堂 (BOLC Biji Sesawi).

 

Hari Sabtu pagi, jam 9 kami berangkat dari Taipei menuju Yilan, puji Tuhan hujan tidak sederas hari-hari sebelumnya, bahkan sebelum jam 11 siang kami sudah sampai ke tempat tujuan. Di sana cuaca juga cerah, padahal kami mendapat info  bahwa hujan yang akan turun di tanggal 17-18 Juni kemungkinan sangat besar, tapi sungguh berkat Tuhan mengijinkan cuaca yang terbaik untuk tim misi kali ini.

 

Setelah perkenalan sejenak dengan hamba Tuhan dan pekerja di gereja tersebut, maka siang hari kami berangkat ke 南方澳 (Nan-Fang-Ao), berjumpa dengan 5 imigran, yaitu ibu-ibu Indonesia yang menikah dengan orang Taiwan, satu di rumahnya dan 4 lainnya kami janji bertemu di sebuah coffee shop.

 

Di coffee shop, kami mulai berbincang disertai pekerja gereja Taiwan, susasana mulai akrab dan akhirnya kami mendapat kesempatan untuk secara pribadi berdoa bagi kebutuhan ibu-ibu tersebut.

 

Bu Meliana menantang dua ibu untuk mulai mengenal Tuhan dan datang ke gereja, kita pun mendoakan agar di waktu yang secepatnya ibu-ibu tersebut mulai meresponi kasih Tuhan dan pergi ke gereja. Gereja Biji Sesawi juga berencana untuk memulai CG untuk imigran baru di wilayah itu, kita doakan agar kerinduan mereka dapat terwujud karena Tuhan Yesus mengasihi jiwa-jiwa.

 

Selesai kunjungan bersama ibu-ibu imigran baru maka kami kembali ke gereja untuk ikut Persekutuan Doa Youth Gereja Biji Sesawi, kami sangat menikmati pujian penyembahan dan hadirat Tuhan, kemudian Ps. Meien mendoakan setiap anak-anak muda Gereja Biji Sesawi secara pribadi dan melihat kasih Tuhan melawat mereka, kebanyakan anak-anak muda ini berusia sekitar SD, SMP, SMA dan telah melayani sebagai pelayan gereja. Banyak diantara mereka yang tidak tinggal bersama orang tua mereka, melainkan bersama kakek nenek mereka, bahkan ada orang tua yang merupakan buronan negara, namun kami melihat Tuhan Yesus mengasihi mereka dan memakai hidup mereka. Mereka dari tidak bisa bermain alat musik sampai kemudian bisa melayani di Tim Praise & Worship. Kami melihat memang Tuhan tidak memandang bulu, barangsiapa yang meresponi panggilan Tuhan pasti Tuhan pakai sebagai alat kemuliaanNya. Kegiatan tim misi hari Sabtu berakhir setelah kami selesai menikmati makan malam lezat berupa ayam bakar kendi, khas daerah Yilan.

 

Hari Minggu 18 Juni, ibadah raya mulai jam 10 pagi, Ps. Meien membawakan khotbah tentang “Hidup Penyembahan” disertai dengan kesaksian hidup Vincent yang sangat menyentuh. Kami melihat kehausan dan passion dari jemaat Gereja Biji Sesawi ini, rupanya dalam setahun ini mereka mengalami pertumbuhan jiwa dari 30-an jemaat menuju ke hampir 100 jemaat, kita yakin Tuhan Yesus akan terus menambahkan jumlah orang yang percaya di tengah mereka.

 

Minggu siang kami mengadakan training untuk Tim Praise & Worship yang berjumlah belasan anak-anak muda Gereja Biji Sesawi. Saya dan Widia menyampaikan dalam bahasa mandarin, walaupun merupakan tantangan untuk kami namun kami melihat hati mereka sangat haus untuk belajar dan diperlengkapi lebih lagi. Saya membagikan Firman Tuhan di kitab:

Roma 12: 11

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Ayat ini saya dapatkan dua hari sebelumnya, yaitu hari Jumat 16 Juni saat Persekutuan Doa gereja kita sendiri. Dan memotivasi mereka untuk memiliki hati yang menyala-nyala bagi Tuhan. Widia menyampaikan struktur Tim PAW dan bagaimana cara latihan PAW yang lebih efisien dan secara menyatu. Lalu Ps. Meien, Widia dan saya memberikan praktek dalam bernyanyi serta memainkan musik, sehingga mereka dapat melihat juga merasakan contohnya . Kami melihat kerinduan Tim PAW Gereja Biji Sesawi yang rindu mengalami peningkatan lebih lagi dalam skill dan hati mereka, kami percaya Tuhan Yesus akan membawa setiap pelayan gereja ini ke tingkatan level yang lebih tinggi.

 

Selesai training Tim PAW kami pulang ke Taipei dengan hati penuh syukur dan sukacita, saya pribadi sangat diberkati lewat kesaksian pelayan pelayan Tim PAW Gereja Biji Sesawi, bagaimana Tuhan dapat melakukan perkara ajaib, melihat pelayan dari hanya satu pelayan gitaris, yaitu hamba Tuhan nya sendiri yang merangkap gitaris, kemudian Tuhan tambahkan gitaris lainnya, pemain bass, keyboard dan drum, bahkan ada anak kecil usia 10 tahun yang sudah menjadi pemain drum cadangan, sangat impresif dan memberikan semangat baru bagi saya dan tim misi Yilan 2017 ini.

 

Kadang kala kita berpikir, kalau kita yang memberi dan melayani berarti kita yang bayar harga, namun lewat tim misi Yilan kali ini saya pribadi merasa terbalik dan justru merasakan sangat diberkati,  memang kami yang ke Yilan membayar harga waktu dan tenaga, namun Tuhan Yesus mengupah kami dengan hati yang penuh sukacita dan kekaguman akan karya Tuhan yang dahsyat lewat kesaksian tim PAW mereka. Memang betul Firman Tuhan berkata “Lebih baik MEMBERI dari pada menerima.”

Narasumber: Oscar Wijaya (Gembala Area Pro-M)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: