Berkat Allah bagi Keluargaku

Bu Eti-2

Mengucap syukur di awal tahun 2017 ini Tuhan telah melimpahkan tiga berkat sekaligus didalam keluarga saya, tetapi sebelum ini kami mengalami banyak kesulitan didalam rumah tangga, khususnya didalam hubungan suami dengan anak, kenapa? karena anak saya didalam fase pembangkangan, dimana dia sulit sekali untuk diatur, masuk SMA ditahun pertama dia sama sekali tidak mau belajar akibatnya nilai tahun pertama dia 0. Karena itu papanya tidak mau menghiraukan dia sama sekali, bahkan sampai biaya sekolah pun tidak mau ditanggung, suami saya berkata kepada saya “anakmu harus sekolah SMA 4 tahun” saya sebagai mama sangat pusing dengan kondisi ini, sampai di tahun ke tiga anak saya tetap dapat nilai 0, bagaimana papa nya tidak benci dia?, akibatnya anak saya juga sangat benci dengan papanya, karena tidak diberi uang jajan. Saya sering berkata kepada anak saya, “nak jangan seperti itu, kamu harus sapa bila ketemu papa”, anak saya keras, papanya juga keras maka sangat sulit bagiku untuk mendamaikan mereka, situasi ini berlangsung selama 3 tahun.

Suatu hari ketika pernikahan Hendry dan Ingcing, tamu-tamu dari Indonesia datang, saat itu saya bertemu dengan teman baik saya yaitu Pastor Anita, waktu itu Anita tanya saya “ Bu, bagaimana keadaaan anak ibu? gimana keadaan suami ibu?” dengan jujur dan spontan langsung saya jawab “tidak baik”, terus Anita berkata kepada saya, “Ibu jangan kuatir, mulai saat ini ibu berdoa buat suami dan anak ibu, agar hati mereka dilembutkan, kan keluarga ibu semua kegereja nanti Roh kudus sendiri yang akan mengubahkan”. Mulai November setiap pagi sebelum saya mulai beraktivitas saya menomorsatukan Tuhan, saya berdoa, tetapi satu tahun berlalu tidak ada respon apa-apa, saya tetap berdoa, saya ingat ayat Firman Tuhan di 2 Tawarikh 7:14 “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” Selama satu tahun saya berdoa pakai ayat itu. Lalu Tuhan ubah, mengampuni dosa keluarga saya, memulihkan keluarga saya. Setahun kemudian, dekat waktu semester terakhir ini, sekitar bulan November, anak saya mulai lihat-lihat buku, “saya mau ke perpustakan, mau siap-siap buat ujian bulan Februari”, kata anak saya, saya antara percaya tidak percaya. Ternyata bulan Februari, dia ujian besar Nasional, dan pertengahan April ini keluar hasilnya, hasilnya cukup bagus, bahkan dia berhasil masuk Universitas yang dia inginkan, saya bersyukur sama Tuhan doa saya itu tidak sia-sia, saya juga belajar mengandalkan Firman Tuhan, apa yang saya butuhkan, saya doakan pakai firman Tuhan.

Lalu masalah keluarga yang kedua, suami saya orangnya keras, dia punya satu adik perempuan tetapi dia ketika menghadapi masalah besar ini, adiknya tidak menghiraukan dia, lalu dia marah besar begitu bulan Februari dia mau cari pengacara tapi saya bilang, “ kamu jangan cari pengacara, boleh tidak saya turun tangan?” “Gak boleh, kamu bukan orang hebat.” Betapa hancurnya hati saya oleh perkataan suami, selama beberapa malam saya tidak bisa tidur, jam dua malam saya bangun cari Tuhan, tanya sama Tuhan, “Tuhan saya harus gimana? tolong keluarga saya, jangan di hari liburan imlek, suasana seperti suasana dukacita.” Saya tanya Tuhan, Tuhan bilang, ”cari kukumu itu.” “hah Tuhan, apa tidak salah? Kokonya saja tidak berhasil, apalagi saya mau pergi Tuhan?”. Keesokannya lagi pagi-pagi saya doa yang kedua kali “Tuhan tolong keluarga saya, harus gimana Tuhan?” Tuhan bilang, “cari saudaramu” akhirnya Senin pagi saya putuskan untuk ngomong ke suami, saya gak bilang saya berdoa sama Tuhan, ada suara Tuhan, cuma bilang “saya mau cari kuku ya.” “gak boleh.” jawab suami saya. Secara suara Tuhan itu jelas banget suruh cari saudara, tetapi suami melarang saya, saya otomatis berpikir “Tuhan, saya mendengarkan suara Tuhan, Tuhan sudah dua kali berbicara kepada saya, pasti kehendak Tuhan”.

Tanpa bilang ke suami, dua hari kemudian saya pergi, saya bilang, “hari ini saya ketemu orang ya, pokoknya nanti malam saya pulang”. Saya membawa ayat Keluaran 14:14, di situ dibilang Tuhan akan berperang buat kamu, tapi kamu akan diam saja. Tapi saya ganti kata aku dengan keluarga saya, “tapi keluarga saya akan diam saja”, hari itu saya kontak di grup Line CG, pokoknya ayat itu saya masukin, saya minta dukungan mereka, minta tolong doakan dengan ayat itu, dan teman-teman di grup dukung benar-benar. Ketika pas saya keluar dari lift, selesai saya diskusi selama dua jam sama kuku, saya punya hati yang berani luar biasa pada hari itu, membawa iman saya yang besar, sampai akhirnya kuku bilang,”udah lah oke saya setuju.” Saya benar-benar mengandalkan kekuatan Tuhan, sebelumnya saya pikir, “saya orang Indonesia, apakah saya dipercaya? Ini kan hal yang besar luar biasa.” Jadi Tuhan itu benar-benar menyertai sekecil apapun kita kalau kita benar-benar bersandar sama Tuhan.

Ketika kita dekat sama Tuhan, suara Tuhan itu benar-benar nyata, dan segala doa maupun pergumulan kita pasti Tuhan beri jalan keluar

Serahkan hidupmu sepenuhnya kepada Tuhan, saya dulu setiap datang Ibadah tidak pernah make-up, baju seadanya, tapi saya diubahkan agar tidak seperti itu, harus selalu penuh sukacita, harus segarkan diri, saya belajar benar-benar bersandar kepada Tuhan. Satu bulan ini bisa dikatakan sangat luar biasa, pertama anak saya lulus, masuk Universitas, yang kedua saya cari saudara saya semuanya lancar, lalu yang ketiga, kabar baik yang saya nanti-nantikan suami saya bilang, ”mulai bulan Juni kamu tidak usah bekerja lagi, temani saya, saya kan sudah tua dan lagipula saya ada uang, semua kebutuhan rumah dan anak, saya yang tanggung semuanya.”

Akhir-akhir ini saya kan juga suka cari Ps. Meien, tapi sebelum cari Ps. Meien, saya juga tanya Tuhan dulu, sebanyak dua kali juga, hari rabu pagi, ketika tanya Tuhan, “ Tuhan apakah harus cari Ps. Meien?” Tuhan bilang, “iya.” Jawaban Tuhan itu iya, saya gak percaya, berdoa lagi hari kamis pagi, masih muncul “iya” juga. “wah Tuhan apa harus langsung Line ke Ps. Meien?” setelah itu saya tunggu, Meien kan suka sibuk jarang lihat Line saya jarang dibuka, akhirnya jam 11 saya tanya, dia langsung jawab, ternyata suara Tuhan yang saya dengar dua kali, begitu Ps. Meien balas Line ke saya. Tuhan itu sangat luar biasa, saya ingat Firman Tuhan di Yakobus 4:8 “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu…”

Ketika kita dekat sama Tuhan, suara Tuhan itu benar-benar nyata, dan segala doa maupun pergumulan kita pasti Tuhan beri jalan keluar, tahun ini sesuai dengan tema gereja kita saya benar-benar mengalami ELEVATION didalam kehidupan rohani saya, dan sesuai dengan tema bulan ini, berkat Tuhan datang dengan begitu melimpah, saya juga belajar menjadi berkat buat orang sekitar saya, terima kasih!

Kesaksian Bu Eti (ketua CG Anggur baru)

 

Tuhan Yesus mengasihi Anda 🙂 Dia tidak pernah meninggalkan Anda sendiri! Apabila Anda butuh layanan doa / konsultasi, silahkan tinggalkan pesan pada kolom comment di bawah ini atau hubungi kami di 02-2362-3022 #8232~ Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: